Doa yang Realistis

: Teruntuk seorang wanita yang berjuang tiap harinya untukku.

“Doakan aku ya, ma. Biar aku bisa beli semua ini pake uang aku sendiri kalau aku udah kerja.”
“Iya. Mama doain kamu bisa mendapatkan apa yang nggak bisa mama kasih ke kamu sekarang.”

Apa mama ingat percakapan ini? Saat itu, aku ingin menggenggam tangan mama, namun jemariku nyatanya hanya saling meremas. Aku ingin berkilah, bahwa apa yang mama berikan padaku sampai detik ini, sudah melampaui dari cukup. Sudah jauh dari apa yang aku harapkan. Sudah lebih dari apa yang dapat dimiliki anak-anak lain. Tapi lidahku sepertinya melarikan diri, hingga aku hanyalah bungkam di samping mama.

Mama tentu tahu beberapa perihal yang menjadi motivasiku belajar keras sampai saat ini. Untuk bekal mencari uang. Untuk membeli apa yang bisa dibeli dengan uang. Untuk memenuhi kebutuhanku dan keinginanku dengan hasil keringatku sendiri.

Ya, ma. Mungkin ini terdengar materialistik. Tapi aku hanya wanita yang realistik. Aku bukan wanita yang mengharapkan pria menafkahi. Sebaliknya, aku ingin membuktikan bahwa aku bisa hidup tanpa perlu berpangku tangan pada gaji lelaki.

Kala saat itu tiba, aku ingin mencari uang untuk membahagiakan mama seperti mama membahagiakanku. Untuk membeli barang yang mama butuhkan, namun urung karena biaya sekolahku. Untuk memenuhi keinginan-keinginan mama, yang mama pendam karena uang sakuku.

Doakan, ya ma.

.

: Dari anak perempuanmu yang (katamu) berkepribadian lelaki.

Advertisements

3 thoughts on “Doa yang Realistis

  1. kalo ini ask.fm, ini pasti udah dapet 91832821391 likes, soalnya aku bakalan buat beberapa akun fake buat ngelike ((segitu niatnya)) ((segitu setujunya dengan tulisan ini)).

    Ah, ini iya banget, Dis. Di masa-masa skripsi kayak gini, aku suka kepecut oleh tulisan2 orang, yang satu ini nyambuk aku banget hahaha kalo males ingetnya kelar skripsi lama, otomatis dapet kerjanya juga lama, otomatis juga gabisa cari uang buat mamakku yang ingin kubelikan baju-baju bagus beserta emas berlian hahahaha

    terima kasih untuk tulisan yang sangat memotivasi ini ehehehe

    • diraaaa!! omaigawwdd! kok kamu bisa tiba2 nongol dan baca post iniii?!
      dan apa2an sama like segitu banyaknya dan segitu niatnya? haha… padahal aku mau nyopot tulisan ini loohh. 😛
      yesseu, sebenernya sihh, aku suka liat barang bagus, soalnya memecut biar cepet lulus dan punya duit sendiri. haha. 😀
      aku yang makasih sudah membaca tulisan-entah-apalah-ini-tapi-katanya-dira-memotivasi-jadi-yodahdeh-aku-seneng. hehe.

  2. Pingback: Perihal Surat Cinta | dandelion notes

.:: Leave a Note ::.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s