Pesta Lepas Lajang

Rei memainkan gelas champagne-nya di sebelahku, sementara aku berulang kali mengecup ubun kepalanya. Ia tampak cantik malam ini, di pesta lepas lajang kami. Meski namanya lepas lajang, tetap saja calon istriku ini memintaku pergi bersamanya.

Ruangan VIP klub ternama ini hanya diisi lima orang sahabat -enam orang denganku- yaitu Rei, dua wanita, Rin dan Dara, serta dua pria, Kris dan Ji. Rei sesekali tertawa, terutama jika teman-temannya melontarkan lelucon yang sebenarnya aku tidak mengerti. Ia tertawa, namun lebih banyak terdiam. Terdiam dengan mata yang menerawang.

Aku tidak tahu apa yang dipikirkannya, atau pura-pura tidak tahu. Atau tidak mau tahu. Artinya, sebenarnya aku tahu. Aku tahu ke mana arah mata hazelnya terarah.

Let’s break up,” ucapku. Masih mengusap riap rambutnya.

Ia seketika menghentikan gerakan gelasnya, menatapku tak percaya.

I know I’m not the only one, Rei. I am not someone you love.” lanjutku, lantas mengarahkan daguku ke arah Kris, yang masih asyik meneritakan leluconnya. “You love him, right?”

“Jay–”

Aku mengecup dahinya, terakhir kali. “Let’s break up, okay?” putusku dan tersenyum pahit, lantas beranjak pergi dari ruangan itu.

Advertisements

.:: Leave a Note ::.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s