Hal-Hal Kecil Berarti Besar

Dear soulmate[1],

Sudah belajar apa hari ini? Sudah siap untuk ujiannya? Bagaimana rasanya hari-hari mendekati ujian kelulusan? Grogi? Tidak sabar? Atau ingin cepat-cepat selesai supaya bisa pulang kampung?

Mungkin opsi yang terakhir, ya.

Sudah satu tahun setengah tahun kita bersama, lho, soulmate. Satu setengah tahun! Apakah kamu menyangka? Bagaimana rasanya bersamaku satu setengah tahun bersamaku? Menyenangkan? Sudah kutebak, jawabannya tidak. Iya kan?

Aku sedikit ragu sejujurnya, mengirimkan surat ini padamu. Pertama, karena aku tahu kamu sibuk dan aku tidak yakin kamu sempat membacanya. Kedua, aku tidak yakin kamu tahu tentang sisi diriku yang ini, dan akan menganggap surat ini angin lalu. Ketiga, aku tidak percaya diri pada isi surat ini sendiri.

Soulmate, sejatinya aku tidak menyangka bahwa kita berhasil melewati satu setengah tahun ini dengan sukses. Bahkan aku tidak membayangkan bahwa kita bisa bekerja sama dengan baik. Karena –as we know– seorang mantan presiden BEM dengan seorang pemalas tukang tidur sepertiku. Sungguh pasangan yang tidak cocok. Aku membayangkannya saja –pada awalnya- begidik ngeri.

Tidak usah ditanya berapa kali kita bertengkar untuk masalah kecil. Marah pada perihal remeh. Saling tidak peduli satu sama lain. Seiring berjalannya waktu, kita saling mengerti -atau lebih tepatnya kamu yang mengerti bagaimana menghadapi aku. Kamu yang mengalah pada keegoisanku, sabar pada rengekanku, diam pada kemarahanku. Tentu karena hal ini terjadi berulang kali, maka aku tidak mampu menghitung berapa jumlah kata terima kasih yang seharusnya aku ucapkan.

Tentu kamu masih ingat masalah besarku akhir tahun lalu. Kamu tidak mungkin pikun pada bagaimana aku menangis berhari-hari. Karena sesungguhnya masih segar di kepalaku, kamu mendorongku untuk tetap maju dan berjuang saat itu. Terima kasih karena membantuku berdiri di saat aku benar-benar terjatuh. Terima kasih karena menemaniku ketika aku lupa cara bertahan. Terima kasih atas saran dan semangat, tiap aku hilang asa. Terima kasih masih bertanya kabarku hari itu.

Tanpa kamu, hampir pasti aku sudah masuk bangsal psikiatri dengan diagnosis psikosa akut. Beneran!

You know, sometimes little things for you are mean so much for me. Sometimes simple little things like that can put a smile and warm feeling in someone else’s heart, and make their day a little better.

Aku harap semoga kamu lulus UKDI ya, soulmate. Doaku bersamamu.

Have a great day, soulmate.

.

Regard,
Your pretty soulmate.

.

[1] Soulmate: sebutan untuk tiap pasangan mahasiswa kedokteran yang sedang studi di klinik. Mahasiswa di fakultas kami dipasangkan secara random untuk selalu bersama dalam menjalani tiap laboratorium klinik di rumah sakit. Jangan tanya kenapa alasannya, saya juga tidak tahu. But I am very grateful have soulmate like him. 🙂

.

Note : ditulis untuk 30 Hari Menulis Surat Cinta Hari ke-15

Advertisements

3 thoughts on “Hal-Hal Kecil Berarti Besar

  1. Pingback: Perihal Surat Cinta | dandelion notes

.:: Leave a Note ::.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s