Mereka

Adalah mereka yang bergemuruh dalam kepalaku. Saling menyahut tak mau kalah. Berbisik kala aku menyibukkan diri, berteriak lantang ketika lampu dipadamkan. Pada cahaya temara seberang jalan yang kutilik dari jendela, suara mereka semakin bertabuhan.

Mereka berbagai rupa. Mematut diri, bersolek dengan gincu merah darah. Berlagak melacur. Mereka mengumpat, bermulut manis, bersilat lidah. Menyesap kopi lantas meludah.

Diamlah, kataku. Mereka tak acuh. Alih-alih melirih, mereka terus bersemangat menari dalam kepalaku. Rancak. Tak tahu irama. Tanpa malu berubah wujud. Anehnya, mereka hanyalah satu saja.

Engkau saja.

.

.

.

DIAM!!

Advertisements

4 thoughts on “Mereka

  1. Ahhh… Sometimes mereka juga menari – nari dikepalaku, mengganggu membuatku terlempar keberbagai masa yang ironisnya masa itulah yg ingin kuhapus dalam ingatan…

    Aq selalu suka sama tulisannyaaaa..

.:: Leave a Note ::.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s