Kepada Kenangan

Terkadang, aku membenci perjalanan yang tidak aku kendarai. Misalnya jika aku harus naik bus siang ini. Terlebih, karena aku melewati rute yang sudah aku hafal di luar kepala. Ada banyak waktu yang kemudian berlalu, habis dengan menatap jendela. Selain tikungan yang sudah terekam jelas dengan jejas tebal di kepalaku, aku akan mereka ulang beberapa memori tidak penting yang telah terlewat.

Misalnya, masa lalu.

Seperti bangunan yang tidak banyak berubah, kamu di ingatanku pun tak pernah berbeda. Masih bugar dengan senyum khas yang sama. Seperti kamu di ingatanku yang selalu ramah, kios pinggir jalan itu tetap kokoh dengan cat kuning hijaunya.

Kecepatan bus yang berjalan lamat-lamat, tidak pernah sebanding dengan begitu lekasnya otak kita bergegas. Meramu kenangan menjadi imaji. Seakan aku melihat diriku berdiri di depan kios, dan kamu di hadapanku sembari menawarkan air mineral. Aku yang mual karena lupa sarapan, hanya bersandar pada motor sambil meneguk isinya banyak-banyak.

Kamu, dengan raut bingung dan khawatir, lantas bertanya, apa aku baik-baik saja, apa perlu kita istirahat di sana, apa aku membutuhkan sesuatu yang lain. Terlalu banyak pertanyaan hingga aku tergelak kecil. Aku hanya menggelengkan kepala, dan meyakinkanmu jika aku cukup sehat untuk meneruskan perjalanan.

Lucu.

Tidak pernah ada jalan pintas untuk melupakan seseorang. Aku memang hanya bisa menahan sakit ketika merindukannya setiap hari, hingga akhirnya perasaan itu hilang dengan sendirinya. seperti kuman yang resisten dengan obat-obatan, aku pun pada akhirnya  juga akan resisten pada kenangan.

Seperti saat ini. Aku masih memutar kenangan, tapi tidak dengan rasa sedih yang sama. Tidak dengan luka yang masih basah. Aku tersenyum. Karena masa lalu tidak bisa diubah, dan tak perlu diubah.

Kamu adalah bagian dari masa lalu yang bahagia. Aku mengingatmu dengan tawa merekah. Terima kasih.

 

There is really no shortcut to forgetting someone.
You just have to endure the missing them every day until you do not anymore.
(Anonym)

Advertisements

3 thoughts on “Kepada Kenangan

.:: Leave a Note ::.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s