Tiga Buah Cerita

Hey,

Aku menulis ini, dengan awalan yang sama dengan suratku di tiga ratus enam puluh lima hari yang lalu. di hari yang sama. Ingat? Iya, ternyata aku memang masih belum piawai mengukir kalimat sapa.

Sama laiknya dengan kita. Atau kamu.

Jadi, aku ingin berbagi tiga buah cerita padamu, di surat ini. Tiga hal yang lantas melintaskan kamu di benakku. Semudah itu? Iya, semudah itu.

*

Ada dua orang pergi ke pujasera kota kita minggu lalu. Salah satu dari mereka adalah aku, yang memilih satu stan di ujung taman. Stan paling tak dilirik. Tempat kita menghabiskan pagi terakhir kita, beberapa tahun lalu. Kami hanya reuni kecil, setelah masa lajangnya telah berakhir dua bulan lalu.

Ia memilih segelas lemon tea. Lantas aku tanpa sadar, menulis jus wortel di kertas pesananku.

Ketika minuman disajikan aku tak menyentuhnya sama sekali.

Aku tak suka wortel.

*

Adikku mulai berkencan. Katanya, ia akan ke rumah kekasihnya malam minggu kemarin. Ia sudah berkemeja necis, berpadu dengan celana jeans terbaik di lemarinya. Ia jarang bercermin. Namun tadi ia telah mematut diri puluhan kali di depan kaca lemari. Aku sudah berulang kali memastikan, bahwa cerminnya mulai retak.

Ia tak percaya.

Jadi, ia pergi dengan bibir yang berkomat-kamit. Sembari berulang kali mengingat-ingat wejangan yang kuberikan. Sementara aku… bahkan aku sudah lupa apa saja yang telah kukatakan padanya.

*

Kemarin, teman dekatku berulang tahun. Namun ia tinggal sendiri, maka ia menyuruhku tidur di rumahnya. Pacarnya meneleponnya jam dua belas malam. Pria itu bilang, ia menunggu temanku di halaman rumah.

Temanku berlari keluar dan cepat-cepat membuka pintu. Sekonyong-konyong sebuah kue tart dengan ucapan telah disodorkan di hadapannya. Beserta dengan nyanyian ulang tahun yang sedikit sumbang dari sang kekasih dan sahabatnya. Belum cukup dengan itu, halamannya ternyata telah bertabur lilin, membentuk hati, nama, dan umurnya tahun ini.

Ia terlihat senang.

Aku senang bersamanya. Lantas dalam hati, aku teringat pada seseorang yang juga berulang tahun hari itu.

*

Kamu tidak sepenting itu sejatinya. Tapi entah mengapa aku masih memesan minuman yang aku benci, hanya karena kamu menggilainya.

Kamu tidak sehebat itu sebenarnya. Aku pun tak paham, mengapa aku membayangkan bagaimana kamu dulu, saat menceramahi adikku.

Dan aku, masih tidak mengerti. Mengapa aku masih menulis ucapan ulang tahun di ponselku, meski akhirnya tak pernah sampai di tanganmu. Di hari yang sama dengan malam bahagia temanku, aku menghapus pesanku yang tertujukan padamu.

Aku menulis ini di May’s café, tempat kamu membantuku mengerjakan tugas kuliahku. Lagu Jikustik yang bersenandung dalam ruangan, segelas capuchino dan sofa yang sama dengan lima tahun lalu, kamu dalam pikiranku tak lagi hanya melintas. Mereka menjelma sebagai katalase, jembatan yang mempercepat memori untuk merangkak keluar dari kubangan yang kedap di lobus otakku.

Mereka terlalu cepat bertumbuh. Bersemayam dan menetap tanpa aku mampu membendungnya.

Lantas, apalagi yang harus kujejalkan untuk membunuhnya, selain…

Bagaimana kabar calon istrimu?

Advertisements

3 thoughts on “Tiga Buah Cerita

  1. Adiez..
    Kadang kalo kamu nulis gini.. Suka bingung.. Salah.. Salah.. Bukan bingung.. Tepatnya penasaran.

    Ini sebuah fiksi atau memang nyata.
    Rasanya kayak nyata gitu :p
    Apa karena kondisi yg tercipta umum terjadi? Hehehe

  2. Kalau aku boleh menamai 3 cerita ini maka akan ada: Jus Wortel, Kencan Pertama dan Ulang Tahun.

    Sepertinya memang fiksi yang dibumbui non fiksi seperti kata kamu..

    Meskipun ini masuk genre angst, tapi memang kisahnya dituliskan dengan bagus.. like you always do.. dan aku merangkai dengan istilah: kenangan.

    Aah.. di sini memang menyenangkan.. nano-nano rasanya.. dan aku selalu suka kalo ke sini…

    Selamat berjuang di masa hiatus.. semoga cepat jadi Bu Dokter. Fighting!!

.:: Leave a Note ::.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s