Red

Carnevale di Venezia telah mencapai detik akhir. Dansa yang dihelat di hall telah usai. Beberapa topeng telah dilepaskan dari parasan, bersama pemiliknya yang meninggalkan gedung.

Detik melindap, sementara aku terpaku. Di penghujung balkon, menatap geriknya yang elok. Gadis itu laiknya mawar merekah. Gaun merah tanpa lengannya  melambai bak milik putri bangsawan, merengkuh tubuh moleknya lekat. Pun dengan topeng collumbina bertabur emasnya.

Mata kami bersirobok, ia lantas tersenyum. Bibir kami saling menyentil.

Lihat, kami telah berkenalan. Berdansa cepat, nyaris erotik.  menenggak tequila yang sama.

Saat ini, di keramaian yang memudar, gaunnya telah tertanggalkan. Tersisa lingerie merahnya, dan aku, yang ingin mencumbunya.

.

Note:
Ditulis untuk memgikuti even #ff100kata hari ketiga belas. Edisi stensil.

Advertisements

.:: Leave a Note ::.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s