[Drabble Challenge K-O] Gentle Bae

Gentlebae Adiezrindra1

Title         :   [Project Drabble Challenge K-O] Gentle Bae
Author    :  @adiezrindra
Length    :  Drabbles
Genre      :   Fluff, romance
Cast(s)    :   Young Bae (Taeyang BIGBANG), Dara (Sandara 2NE1)

Disclaimer :
All publicy recognizable characters, settings, etc are property of their respective owners. The original characters and plot are the property of author of this story.

This story copyright © 2013 adiezrindra, all right reserved.

Author’s note:

Heungg… I wanna say, maybe no one read this. but I wish this crap still bring smile in your busy day. cheers!

PS: I know there are not a drabble, but I think there aren’t ficlet or vignette. some blogs say there are a double-drabble, and tripple-drabble. So, I called them that too!

Ciao!

.

K – Kiss

“Dara Noona~! Sini sini!” panggilnya, kala aku baru membuka pintu studio. Aku berjalan ke arahnya dengan beribu tanda tanya.

Wae?”

Ia tak menatapku, sebaliknya ia malah menekuri computer di hadapannya. Layarnya menunjukkan grafis alur nada. Ia menekan mouse beberapa kali, lantas berujar, “dengarkan ini, noona. Bagus atau tidak?”

Aku mengangguk. Denting piano, dentum bass mulai membahana di tiap speaker raksasa di dekeliling ruangan. Yang Young Bae tidak tahu adalah, aku tidak mendengarnya. Yang ia tak sadari adalah, aku lebih fokus mengamati bibirnya yang mengerucut. Jaraknya mungkin hanya dua puluh sentimeter dariku.

Dan aku ingin mengecupnya.

“Noona!” serunya, akhirnya mata kami bersirobok. “Kamu mendengarkan— hmpff—!”

Ucapannya terbungkam, oleh ciumanku.

Ketika bibir kami terpisah, ia hanya tertawa kecil.

Lantas ia mengecupku. Lagi.

A gentle kiss.

“I know you want more,” bisiknya. Aku tidak bisa lebih setuju.

.

L –Lost

Aku membenci pemotretan. Ya, kamu tidak salah mendengarnya. Sejatinya, ini adalah rahasia yang tak mungkin aku utarakan, mengingat nyaris hari-hariku dipenuhi dengan kegiatan di depan kamera. Aku bisa menyanyi, melakukan talk show, atau apapunlah, yang penting bukan pemotretan. Aku paling bodoh jika harus tersenyum dengan aba-aba di depan kamera dan sejumlah lampu. Terlalu gugup!

“Senyum, Dara!”

Seruan kesal fotografer di depanku sontak mengejutkanku. Aku hanya meringis. Nyaris delapan kali re-take, dan aku tak mampu memberikan hasil yang memuaskan.

Tring!! Tring!!

Aku mengenali dering panggilan masuk itu. atau, sangat amat mengenalnya. Debur jantungku jelas membuncah, lantas meminta break sejenak untuk mengangkat telepon.

Smile, Dara.” Begitu kata pertama yang terdengar dari ponselku. “

Young bae. Aku tak mengerti sihir apa yang baru saja dirapalkan Young Bae. Yang pasti, aku telah hanyut bersama suaranya.

Tenggelam.

“Haha… Biar kutebak… nervous? Cheer up, babe.”

I lost in his sound. Please don’t find me.

Tanpa sadar, dua sudut bibirku berjingkat.

Ya, itu terjadi begitu saja, karena sang fotografer nyaris meringking memanggilku. “Nah! Akhirnya senyummu kembali juga! Ayo mulai lagi!”

.

M – Macchiato

Aku bukanlah penikmat lemonade. Lidahku menggilai macchiato, dan Young Bae pikir minuman itu terlalu pahit, meski aku telah menyertakan susu di dalamnya. Jadi, akhirnya ia sepakat untuk berkompromi dengan sedikit manipulasi. Macchiato dan lemonade selalu disajikan bersama dalam gelas karton.

Sama laiknya dengan yang ia lakukan saat ini. Berdiri di pelipir pintu ruang latihan, sembari mengacungkan dua helas karton. Aku tersenyum, isinya selalu sama. lemonade hangat, sedang yang lain adalah macchiato. Ia mengangkat salah satunya, lantas perlahan mendekat ke bibir. Aku tersenyum.

Aku meraih satu gelas yang disodorkannya. Asap macchiato hangat menguar, merayu penciuman. Aku menyesapnya, sesekali menelisik raut pria di hadapanku. Ia susah payah meneguk minumannya.

“Kenapa? Lemonade-nya nggak enak?”

Dia hanya tersenyum getir. Aku melongok genangan di dalamnya. Pekat. Coklat kehitaman, nyaris sama dengan milikku. Dahiku mengernyit, “Bae-ah? Itu… Macchiato?”

“Iya.”

“Kamu kan nggak suka. Terus, kenapa meminumnya?”

Tangannya mengudara, mengusap puncak kepalaku, “Karena aku ingin menikmati rasa yang sama denganmu. Bitter, but sweet.”

Ia tersenyum. His signature smile. Like an additional sugar for my macchiato.

.

N – Night

Setengah dua belas malam.

Kakiku melangkah lamat-lamat memasuki apartemen. Tak ada cahaya selain lampu temara di depan pintu. Aku menekan saklar lampu, lantas menghempaskan begitu saja tas ranselku ke sofa ruang tamu.

Kadang aku membenci hari yang habis untuk bekerja. Studio, ruang latihan, pemotretan, studio, rekaman, latihan, dan terus saja berputar hingga nyaris dua puluh empat kali jarum jam berputar. Satu hari yang melelahkan. Bukannya aku membenci profesiku, hanya saja… aku lelah.

Not a good day. But not that bad, either. So so.

Jemariku memutar kenop pintu kamar. Lampu kamarku nyatanya telah menyalang sejak tadi. Merta dengan sesosok yang mengerlung di sisi kanan ranjang. Berbekal selimut membungkus tubuhnya, ia mengarungi alam mimpi.

Aku mendekati pelipirnya, lantas berbaring di sampingnya. Merengkuh tubuhnya mendekat, hingga ia terbangun. “Euh… Bae…” erangnya, separuh sadar.

“Hmm?” balasku, membelai kepalanya.

Ia membuka sebelah mata, setengah mendongak ke arahku. Tubuh kami semakin merapat, dengan dua telapak tangannya melekat di dadaku. “Capek?”

“Sedikit,” jawabku, masih menyusuri surai rambut pirangnya. Aku tahu ia telah kembali tertidur.

Aku tertawa kecil, lebih pada menyadari satu hal. Pada akhirnya, it’s all about who beside you at the end of the day.

.

O – Ostracized

Dara sangat tidak suka dengan dikucilkan. Lebih-lebih oleh teman-temannya sendiri. Bagaimana tidak, ia, sendiri, duduk di sofa studio, sedang yang lain asik bercumbu di sekeliling ruangan. Chae-roo duduk di pangkuan Jiyong-ie di kursi produser. Duo alien berada di sampingnya, berciuman. Di sisi yang lain Seung Ri dan Ji Eun, kekasihnya, bermain game di tablet milik SeungRi. Uri maknae dan Dae memainkan rubrique dan terkekeh tanpa henti di ujung ruangan.

Oh my God.

Rasanya Dara ingin mengecil hingga seukuran genom di film Smurf! Atau berteleportasi ke Hawaii seperti David Rice di film Jumper. Atau… atau… pokoknya dia ingin keluar dari sini.

Dan ia tidak bisa keluar. Dan Oh! Sepertinya ada yang meluap di matanya, perih, panas. Genangan di pelupuknya membentuk mata air. Ia ingin menangis.

Ia tidak ingin, tapi tanpa sadar air matanya…

“Dara-yah?” Young Bae terkejut bukan main. Ia baru saja keluar dari ruang rekaman dan mendapati kekasihnya dalam keadaan yang… err… ia sendiri tak bisa menjelaskan. Ia berjalan cepat dan berjongkok di hadapan Dara. Dua pasang mata mereka sejajar. “Wae?”

Dara terdiam. Haruskah ia mengatakan… alasannya? Kalau ia tidak suka leher Chae-roo dipenuhi dengan berkas merah. Kalau… ia ingin juga main game dengan Mingkki atau Ji Eun. Kalau ia ingin menjitak Seung Hyun karena menciumi Bommie tanpa henti.

Kalau ia tidak suka berada di sana, dan semua orang asyik dengan dunia masing-masing. Dan ia… sendirian.

Dan… dan…

“Aku sebal. Semua orang bermesraan, dan aku sendirian…”

Young Bae terdiam, masih menunggu. Sementara muka Dara semakin memerah, “… dan aku… kamu… aku maunya… sama kamu. Maksudku, aku…”

Ya Tuhan! Bibirnya tidak bisa ia kendalikan. Dan wajah bak kepiting rebusnya. Dan jantungnya. dan hatinya.

Kekasihnya tertawa kecil. “Aku tahu… Kamu juga ingin menciumku, noona?”

Dara tak tahu, apa ia harus mengangguk, atau menggelengkan kepala untuk pertanyaan ini.

.

.

.

PSS: you still can fulfill your recomendation words for P-Z at here.

PSSS: thank you!

Advertisements

12 thoughts on “[Drabble Challenge K-O] Gentle Bae

  1. Buahahaha. . . . Ige mwoya? The Cute and Sweet DARAYANG is back. .

    Thank you Diz, sedkit menghangatkan di tengah petir dan kilat hari ini. . ^^

  2. awwwe… lemme curl my toes…

    a sweet black coffee for my morning! yippie itu ostracizednya awww dara eonni aww! aduh aku gak bisa berhenti bilang aww deh. hahahaha…

    dibanding yang fluffy dae, ini lebih ngena deh kayaknya. ini yang lebih fluffy. terus itu topbomnya kisseu melulu ya? wow lemme guess their story will be something bold. lol

    yang kiss sama macchiato… help meh, i am drowned in a pool of cuteness lol.

    gimana lagi ini aku mau komen? gatau deh…

    • Halooo sayangss 🙂

      Hhii.. ostracized nya itu saranmu bukan sik? Hhe..
      Lebih fluffy ya? Mungkin krn kemaren itu masih adaptasi kali ya?
      Uda baca yg pervert Ri belum?

      Iya nih, TopBom nya mau nya something bold ya? 🙂

      Lha ini kn kaku uda komen. ^^
      Thankies ya uda baca.. 🙂

      • iya, itu saranku, tapi gak nyangka jadinya seperti itu…

        udah, aku udh baca yg pervert ri. udh komen juga kok!

        iya dongs, top-bom musti something bold, italic, underline lol

        iya ya, ini kan aku komen hahaha… sama-sama! lagian mubazir ff sebagus ini diantepin gak dikomen.

.:: Leave a Note ::.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s