Danau Lumpur

People in mud lake

Bagaimana rasanya berenang di danau lumpur?

Tempat itu kotor. Pun menjijikkan. Perenang di dalamnya, buruk rupa. Mereka tersenyum seakan air itu adalah madu. Tanpa sehelai malu pun, mereka menenggaknya. Namun layaknya kubangan yang mereka diami, mereka pun telah berangsur berubah. Buruk rupa, buruk nurani. Gelap mata, gelap logika. Tak beda dengan genangan itu.

Sama menjijikkannya.

Tempat itu kotor. Pun menjijikkan. Tuan rumahnya adalah iblis bertubuh tambun. Lidahnya berbisah, bibirnya nyinyir. Jangan pernah membayangkan bagaimana tampangnya, hanya akan membuatmu muntah. Serupa dengan semangnya.

Sama menjijikkannya.

Tempat itu kotor. Pun menjijikkan. Bersusah payahlah berenang mengarunginya. Danau pekat itu, bak kubangan tak berujung. Perkaranya hanya tersisa dua. Ikuti saja arusnya, agar layak diterima dengan gerombolan memuakkan itu, atau berenanglah tanpa ternodai lumpur meski mereka tak henti mencemoohmu dengan kubangan mereka.

Tempat itu kotor. Pun menjijikkan. Perkaranya, mana yang kamu piih?

.

note: ditulis untuk mengenang episodik terburuk dalam kehidupan.

Advertisements

2 thoughts on “Danau Lumpur

.:: Leave a Note ::.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s