[Drabble Challenge F-J] Pervert Ri!

Pervert Ri by adiezrindra ver 1

Title         :   [Project Drabble Challenge F-J] Pervert Ri!
Author    :  @adiezrindra
Length    :  Drabbles
Genre      :   Fluff, romance
Cast(s)    :   Seung Ri (BIGBANG), Ji Eun (IU)

Disclaimer :
All publicy recognizable characters, settings, etc are property of their respective owners. The original characters and plot are the property of author of this story.

This story copyright © 2013 adiezrindra, all right reserved.

Author’s note:
Heumm… what’s first?
I really shameless, posting this one year after I made this challenge. Oh God, I think I wanna die because I really really shameful. I mean, what’s the meaning of target if I can’t fulfill it?

Heung… how should I say? I wanna say, I’m too busy with this co-ass thingy, and I hate it. I miss this writing things. much much.

Duh! can you make me stop blabbering? can someone just stab me with pencil? ><

Or just delete me with backspace button at your keyboard? please, anyone?

Okay, maybe just please push me to stay in front of laptop, and make me write again.

Okay. I think you should reading this. I mean, you must. I mean, oh God. Okay, I’ll stop.

By the way, thanks to Nana for the poster. Unnie love you much. :**

PS: I know there are not a drabble, but I think there aren’t ficlet or vignette. some blogs say there are a double-drabble, and tripple-drabble. So, I called them that too!

Ciao!

.

F – Fix

Apa yang salah?

Pria itu menatap pantulan dirinya sembari terengah. Oksigen yang berhambur mungkin gagal memenuhi peparunya. Sendinya kebas, tulangnya ngilu. Tak ada satu pun yang berhasil mendepaknya dari ruang latihan. Tubuhnya menghentak, mengikuti ritme yang menggema di sekujur ruangan.

Ia berulang kali bertanya, separuh merutuk dalam hati. Separuh lainnya, mengutuk kebodohannya, atau ketidakberuntungannya. Ia pikir, jika ia mengeluarkan album tahun ini, maka kesuksesannya akan melebihi single debutnya beberapa kala silam. Ia pikir ia akan menengguk berbagai penghargaan. Ia pikir ia akan memberikan performa terbaik.

Yang ia tahu, ia gagal.

Yang ia tahu, ia harus latihan lebih keras lagi.

Lebih keras.

Lebih.

Le—

“Stop, Ri!”

Sepasang tangan mungil melingkar di pinggangnya. Kepalanya menyandar di punggung. Sesaat kemudian ada yang basah di bajunya. Mereka tercenung hingga beberapa lama.

Seung Ri menatap cermin di depannya. Kenapa dia masih menahanku?

“Ji Eun… Aku… pecundang kan?” tanyanya datar, kemudian tertawa sekenanya. Tawa yang ingin menjungkalkan diri sendiri.

Gadis itu melepaskan rengkuhannya. Ia membiarkan Seung Ri menatapnya. “Siapa bilang?” desisnya. Seung Ri untuk kali pertama,  menyaksikan kekasihnya meyeka air matanya sendiri. “Kamu berusaha yang terbaik, hanya saja yang terjadi kemudian tidak selalu seperti yang kamu prediksikan.”

Seung Ri hanya mendesah pelan, meninggalkan Ji Eun untuk duduk sekenanya di lantai mereka. “Harusnya, aku tak usah comeback.”

Ji Eun memilih duduk di sampingnya. Seung Ri menyandarkan kepala di pundaknya. Gadis itu hanya membalas, “But if you never try, you’ll never know, Ri.”

Mungkin benar. Kami tak bisa menghalangi hal buruk yang akan terjadi, tapi kami selalu ada untuk masing-masing. Untuk membuat hal buruk tak lagi seburuk yang kami kira. Karena Ji Eun akan selalu membuatku lebih baik.

“Ji Eun…” panggilku. Ia mendongak, menatapku heran. “Artinya apa?”

.

G – Guess

“LEE SEUNGHYUUUNN!!”

Ringking nyaring menggema di tiap sudut kamar tidur Seung Ri. Lengkingan terkenal hingga mencapai tangga nada tertinggi itu, sontak saja merusak alam mimpi yang tengah diciptakannya. Pria yang masih saja mengerlung di bawah bed cover itu, hanya menyingkap satu mata hanya untuk tahu siapa yang berteriak padanya.

Dua sudut bibirnya berjingkat. Misinya berhasil. Sepasang lengannya keluar merentang, hendak menyambut kekasihnya untuk masuk ke dalamnya.

Eiguuu, my honey bunny— Aaack!” belum juga ia menerima kecup manja, perutnya sudah didarati oleh telapak kaki Ji Eun. Menendang keras tak kenal kasihan.

“Simpan bualanmu!” ringking Ji Eun lagi. Gadis mungil itu melemparkan tabloid Korea mentah-mentah. Terbuang semena di ranjang, tepat di sebelah Seung Ri. Murka menatap foto kekasihnya tidur seranjang dengan seorang model Jepang, Ia mendesis, “Ini apa?!”

“Heuh?” Seung Ri melirik ala kadarnya, tak tertarik. “Oh, itu…” ucapnya datar, lantas kembali menenggelamkan wajahnya di tumpukan bantal.

“Heyy! Jelaskaann!!!” serunya jengkel. Dua tangan mungilnya mengggoncangkan tubuh Seung Ri kasar. Sudah menguar segala kesabarannya.

Detik berlalu terlampau gesit. Sama kilatnya dengan gerik Seung Ri mencengkam lengan kekasihnya. Menariknya hingga tubuh gadis itu terjungkal. Jatuh terlentang di atas ranjang. Sama tak terduganya, dengan Seung Ri tepat di atas Ji Eun. Dua tangannya menumpu di masing sisi tubuh gadisnya.

“Menurutmu… untuk apa?” tanyanya, dengan sedikit berbisik.

Seduktif.

‘Menurutmu?!’

Dan Ji Eun telah pikun dengan cara bernafas.

Mana bisa aku berpikir dengan posisi seperti ini, Lee Seunghyun!!

 .

H – Holding

Jemariku masih memutar scroll di laptopku. Tercenung menatap puluhan foto di yang dipajang di situs penggemar miliknya. Figurnya tersenyum. Mimiknya merenung. Tawanya yang mengembang. Sosok punggungnya. Dan sejuta hasil potret yang diambil secara spontan.

Rambut coklatnya cantik. Ikalnya pun membuatnya menarik. Ekspresinya terlihat dewasa. Dan… bajunya jadi semakin terbuka. Terihat aneh. Ahh, maksudku… terlihat cantik. Aku suka. Hanya… aneh. Okay, Ji Eun cantik dengan konsep lagunya dan baju yang dikenakannya di airport hari ini, tapi…

Aku berharap baju itu ia pakai hanya di depanku.

Tunggu, kenapa aku bergumam sendiri?

Mungkin karena aku rindu padanya. Kamu tahu kan teori relativitas? Sepertinya itu berlaku. Bagaimana waktu berlalu begitu lama ketika aku tak bersama Ji Eun. Dan bagaimana waktu terlalu cepat ketika aku menggenggam tangannya.

Aku mendesah nafas, dalam-dalam. Menghitung diam-diam waktu yang harus kuhabiskan di Jepang, sementara Ji Eun di Korea. Heull! Sebulan lagi. Sebulan!

Ji Eun, akan kuhantui kalau sampai aku mati saking rindunya!

“Oh, jadi ini yang kamu lakukan di Jepang?”

Eh?

Aku berbalik. Tak akan asing dengan lengkingannya.

Gadis itu berdiri di samping ranjangku, berkacak pinggang. Dengan suraian sewarna coklat keemasan yang tergerai. Dengan short pants dan kaus ketat, tertutup cardigan merah marun kesayangannya. Kepalanya bergeleng, dengan decak yang menggemaskan.

“Ji Eun?”

Oh Tuhan, apa aku terlalu keras menahan rindu sampai aku berhalusinasi?

.

I – Intimate

Adakah seseorang lebih bodoh dari seorang Lee Seunghyun? Aku rasa tidak ada. Sungguh, percakapanku sore ini sangat tidak bermutu, dan amat sangat tidak penting.

“Oh, ayolah, hon… cium akuuu!” rajuknya di penghujung telepon. Rautnya memelas, setidaknya itu yang aku tangkap dari video call dengannya.

Aku bergulat dengan ranjang, sembari menarik selimut, “For God sake! Bagaimana caranya, babo! Bahkan aku saja masih di Singapur!” jawabku malas.

“Kalau kamu tidak mau, aku akan terjun dari apartemenku!” ancamnya kemudian.

“Terjun saja!”

“Yaa!”

“Ri, please… aku ingin tidur…”

“Kalau begitu cium aku dulu! Kamu cium ponselmu, aku cium juga ponselku. Bagaimana?” tanyanya. Ia sepertinya tidak sungguh-sungguh bertanya. Buktinya, ia sudah mengerucutkan bibirnya mendekati layar. Menjijikkan!

Aku memicingkan mata, menatapnya sebal. Tolong seseorang, injak ia sekarang juga!

Ting Tong!

Ada yang datang. Mungkin pelayan, atau cleaning service. “Sebentar, Ri. Bel kamarku bunyi,” ujarku sembari melangkah menjajari pintu.

“Kalau begitu aku akan menciummu langsung saja!” orang di depan kamarku kala pintu terbuka. Menyunggingkan tawa puas sembari mendekat, megangkat daguku.

Lengan di belakang pundakku, meredam jarak. Bibir dengan bibir…

Bertemu.

Aku rasa Seungri tidak bodoh. Hanya sedikit aneh. Atau sangat aneh.

Entahlah. Bibirnya lebih penting.

.

J – Jump

Aku sudah tahu sejak tahun koala bermain catur cina, jika Seungri adalah manusia super-pervert. Maknae itu dimana-mana perannya jadi anak manis, kesayangan noona, bukan jadi hentai otaku macam tengil satu itu.

Dan percayalah, ada saja ide busuknya itu untuk mewujudkan apapun pikiran bodohnya. Ia pernah menyuruhku mengenakan rok mini karena ingin puas menatap tungkaiku. Mencolek es krim vanilla di ujung mulutku hanya untuk mencuri kecupan singkat. Membawaku mendaki gunung lantas merengkuhku, berdalih berpelukan akan membantu menghangatkan. Ah! terakhir ia tanpa malu-malu menjabarkan skandal, hanya untuk menarikku di atas ranjang. Dasar pervert!!

Idiotnya adalah… aku masih saja setuju mengenakan dress ketat sewarna emas ini untuk melenggang ke pesta ulang tahun oh-so-lovely-leader Bigbang, Kwon –almighty- Jiyong. Bahh!

“Ji Eun?”

Seungri memutar kenop pintu kamarku, lantas berdenyit. Aku berbalik, hingga dua pasang mata kami bersirobok. Dia tercengang beberapa detik, sementara aku tertunduk bak anak kecil yang menunggu hukuman ayahnya.

“Kamu… cantik,” desisnya, lalu menjungkat senyum.

I think my heart already jumping to the Pluto.

Ia sedikit menahan gelak. Mungkin karena mukaku yang merah padam. “…dan aku mencintaimu,” lanjutnya.

God. I think I’m dead.

.

.

PSS: you still can fulfill your recomendation words for K-Z at here.

PSSS: thank you!

Advertisements

20 thoughts on “[Drabble Challenge F-J] Pervert Ri!

  1. Sosoknya punggungnya. typo kelas dewa! ㅋㅋㅋ…

    yang intimate itu lho! semua ini fluff secara seungri. meski kemarin daesung itu fluff, tapi aku lebih setuju kalo ini fluff. dan seungri. dan fluff… oke cut the crap.

    tapi kok rasanya yang holding agak out of theme?

    • Buahahahaha! Aku nggak sadaaarrr… ;;____;;
      Uda aku ganti kookk.

      Iyess, I made fluff in seungri, dengan segala kegeblekannya. Haduh, seungri dan fluff. Dan pervert. Pas kan?

      Oh ya? Why out of theme?

      • itu lebih ke perasaan rindu secara lebar. bukan rindunya seungri ke megang tangan si iu menurutku makanya agak out of theme dari “holding”

      • Oh… maksud holdinh disini itu bukan memegang, kayak memegang tangan.
        Tapi holding itu artinya menahan. Maksudnya, seungri menahan kangennya sampe dia mengira berhalusinasi. Begitu…

  2. rada bingung bacanya tapi tetep ngeh sama makna ceritanya sie
    bahasanya terlalu dalem nie, makanya orang awam seperti saiya mesti melipat kening dulu bacanya…
    but, over all, saiya suka semua tulisan mu.

  3. Ternyata lama gak nulis gegara ko-as ya? ==”
    Semangat terus ya Kakak calon Ibu Dokter, 😀

    Aku paling suka yang ‘Guess’, hihihi~~~ Ngena banget pervertnya, XD
    Tapi aku bingung kenapa bagian pertama itu dikasi judul ‘Fix’. Aku gak ngerti hubungan antara judul dan isinya, Kak. ._.v

    • Hhii… iya nih. 🙂
      Thankies ya sayangs…

      Fix itu artinya kan memperbaiki/membuat lebih baik. Maksudnya kehadiran ji eun itu membuat keadaan seungri menjadi lebuh baik. Gituh…
      Thankies sudah membaca.

  4. Gyaaaaahhhhh unnieee~ udah lama nggak main kesini, aku kira drabble challengenya udah selesai, terus mau aku bacain satu persatu, taunya baru nyampe F-J, dan ternyata ini bagiannya Seungri :3

    Aku suka yang terakhir, aku senyum senyum sendiri baca ini masa, sweet.. dan karakternya Seungri mau nggak mau bikin aku ketawa, konyol-konyol pervert. Lucu mungkin kalo aku punya pacar yang kayak gitu :3

    Aku tunggu sampe Z-nya unnie :3

  5. udah berapa abad ya gabaca tulisanmu -maafkan aku karnanya- , Adiez..?
    u know what? u’re nothing but DAEBAKK!!! ga tllu ngerti apa itu istilah drabble, ficlet or whatever..i enjoyed it, ur every single word. always luv da way u choose da words. good job, Adiez!!!^^

    • Umur aku sih masih 20 taun. Kak tika umur berapa?
      Hhe.. makasihh ua kaakk. 🙂
      Abisan pas fluffy him kemaren ada yg protes abt the length of the drabble kak. Jadi aku kasi warning dari awal deh.
      Thank you, again kak. Encourage me much lho. {}

.:: Leave a Note ::.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s