Frasa Kosong

Sebuah reverse writing dari Pertanyaan Terakhir

.

“Aku bahagia.”

Aku tak mengerti mengapa aku bisa sangat lantang mengucapkannya di hadapan Sanders, sang juru acara. Disaksikan dengan bagitu banyak pasang mata, duduk mengitar di depan podium. Dengan anggunnya aku menyilang kaki, memulas senyum di bibir merah mudaku.

Diam-diam, aku hanya meringis.

Munafik.

Bibirku begitu lihai mengungkap aksara manis. Frasa kosong tanpa berimbuh kenyataan.

Sungguh berpaling seratus delapan puluh derajat dari apa yang terlontar. Bekas membiru di pahaku yang kutilik dari sudut mata. Kali ini tepat membentuk telapak tangannya. Selalu melontarkan kekesalannya padaku. Selalu. Pria bengis itu tak pernah memandangku sebagai manusia. Sesungguhnya, baru tadi malam ia menendang punggungku, memukuli kakiku, lantas mencumbuku bak binatang jalang.

Aku pasrah. Menerima perlakuannya. Aku tak ubahnya boneka yang sumarah pada pemiliknya.

Sekarang kau tahu betapa bodohnya aku?

Seharusnya aku menceraikannya sejak dulu. Seharusnya aku lari saja dari neraka itu. Seharusnya.

Seharusnya aku tak menyetujui pernikahan konyol ini. Seharusnya.

Aku menertawakan nasib. Persetan dengan ‘percayalah pada Yang Di Atas’. Bualan omong kosong. Mana yang mereka katakan takdir akan mengantarkanku pada jodoh yang akan kucintai?! Mana?! Kenapa aku yang dipaksa menghabiskan separuh usiaku bersama pria bau tanah itu.

Kenapa harus aku? Kenapa harus aku yang ia pilih? Kenapa harus aku yang menjadi tumbal? Kenapa?

Pertanyaan retoris yang tidak perlu dijawab. Dan aku masih sering mempersoalkannya.

Aku menghela napas berat, memejamkan mata dengan khidmat.

Ayah dan ibu yang tak tahu diri. Dengan sukarela menyodorkan tubuhku pada orang gila itu. Berdalih untuk membalas budi baik karena pria itu telah menolong keluargaku dari kebangkrutan selama bertahun-tahun. Dikiranya aku tak tahu, mereka hanya ingin mengeruk lebih. Semua ini bersumber dari rang tuaku haus akan gelimang dan kilauan yang terus mengucur.

Ironis sekali.

Aku terdiam. Alih-alih berceloteh, aku menciptakan efek hening ke seluruh penjuru studio. Semua menunggu apapun yang terlontar di bibirku. Aku tahu, mereka pasti menanti. Derai air mata menjulai pipi. Isak tanpa henti bak sinetron tanpa mutu. Pengakuan mencengangkan yang menghanyutkan. Mataku berputar, pada mereka yang menunggu sebuah drama.

Hah! bapak tua tak tahu diri.

Menyusahkan saja! Kau berhutang satu lemari Christian Louboutine padaku malam ini, bapak tua!

Dasar!

Sebuah pertanyaan klasik yang barang pasti membutuhkan reaksi yang klasik pula, yang memuaskan. Ya, sudah kusiapkan jawaban untuk sebuah pertanyaan terakhir.

“Pertanyaan penutup, Faye. Apa kamu bahagia menjadi istri keenam dari sembilan istri Tuan  Evan?”

Untuk pertanyaan yang terlontar dan jawaban yang kuutarakan, bibirku menjungkit perlahan.

.

Footnote:

Reverse writing atau double fiction adalah ketika cerita itu dibalik maka cerita itu akan tetap utuh serta tidak membingungkan saat dibaca. Jadi, ketika kamu membaca ini dari bawah ke atas, akan tetap menjadi satu cerita yang utuh dan memberikan sensasi yang berbeda.

Advertisements

31 thoughts on “Frasa Kosong

  1. Pingback: Pertanyaan Terakhir | dandelion notes

  2. You know what I will say after reading this, Dis? 😀
    I love it.

    You’ve challenged yourself and you made it.

  3. adis.ini keren tauk!!!
    cerita d’bolak-balik ttp sama…
    kamu selalu bwt tantangan tersendiri dlm tulisan kamu…
    oh, baru tw ad tulisan macam gini d’bolak-balik n’ gk ad berubah..
    n’ ceritany ttp juara lah…
    korban rumah tangga imbas dr keserakahan orang tua si anak jd menderita >>> miris.. 😐
    pas pertanyaan kamu bahagia jd istri k’6 dari ke9 istri?,,, ingetin aku am kbr kbr berita yg marak dis si eyang subur..
    hihi…
    kl faye ini sadar d’peristri tua bangka kl yg d’berita kebalikan..
    entah sdr atw tdk d’peristri tua bangka, malah mw nuntut orang tuany sendiri #jdkesel
    ok,dtgg karya lainny..
    mksh ya dis udah d’tag_in,mv bru sempet baca.. 🙂
    fighthing.. 🙂

    • hehe… makasih kak pujiannya. 😀
      iya kak, ini ceritanya aku bikinnya gegara nonton istrinya eyang subur di Just Alvin. hahaha.. :))
      makasih ya kak.
      aduh, gppa kok. baca kapan2 juga gak papa. hhe..

  4. Keren, Dis 🙂 Gatau harus komen apalagi. Disamping bahasa yang kamu gunain tergolong tidak biasa, dan juga tulisan ini masuk kategori double-fic maka… ah, aku speechless ;___;

  5. lah, o_O
    hhe, ini ternyata maksud reverse writing, kereen,
    bikin lagi ka, bikin lagi.. *gataudirimintaseenakjidat, maap ya,
    abis ini ke to the ren, 😀

  6. Dulu pernah baca jenis cerita kaya gini. Fanfiction harry potter, cast-nya Snape dan Lily, penulisnya ngasih istilah ‘fictogemino’. Dan aku senang bisa menemukan cerita epic ini di sini 🙂
    Aku pribadi suka cerita ini, tapi mungkin akan menambahkan sedikit catatan. Di sini, kedua ending-nya sama: si wanita membenci kenyataan ia menjadi istri si om-om, tapi ia tetap berbual kalau ia ‘bahagia’. Sedangkan di fanfic HP yang aku baca, endingnya ada dua. Kalau dibaca dari atas, ending-nya akan seperti ini: Lily tidak mau menikah dengan James karena ia mengandung anak Severus. Tapi kalau dibaca dari bawah, ending-nya akan menjadi: Lily tidak menginginkan anak Severus yang dikandungnya karena ia hanya mencintai James.
    Well, itu hanya usulan saja sih. Mungkin kaka bisa bikin lagi kapan-kapan, dengan dua ending yang berbeda. Tapi tetap saja, cerita yang ini keren kok. Pilihan diksinya itu lho.. menusuk. Great job 🙂

  7. oke, dengan kata2 yg sama cuma dibalik itu mmg luar biasa beda..
    klo disini sih aku dapet kesannya dy munafik, sedangkan di yg sebelumnya terkesan miris..
    tapi ntahlah ya, just an opinion doank koq..
    yg pasti suka sama diksi yg dipake ^^b

  8. Hampir dua tahun jadi penulis fanfic, dan baru tahu kalo ada fiksi yang bisa dibaca dari bawah ke atas ._.

    Kak, ini sebenernya terinspirasi dari Eyang Subur kah? #PLAK

    Oke, back to normal mode. Ini pendek, tapi as usual, Kak Adis selalu keren lah! 😀

  9. ya ampun thor. ini keren bgt ceritanya. hebat bgt bisa bikin kata2 sebagus tu..
    thor bikin ff yg castnya artia korea coba… pasti bakalan seru…. suka banget sama cerita2 yg kamu buat 😀

.:: Leave a Note ::.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s