Tentang Paket Misterius

Siang itu tak berbeda dengan siang sebelumnya. Aku berkutat dengan revisi skripsi, yang tentunya berujung dengan menonton video-video akustik garapan Kurt Hugo Schneider. Lantas sebuah pesan singkat masuk ke dalam ponselku, dari ayahku. Beliau bilang ada paket yang datang ke rumah untukku, sekaligus menanyakan apakah aku membeli sesuatu via online.

Aku lantas menelepon ibuku, menanyakan kebenaran paket yang baru sampai. Beliau mengiyakan. Ibu bertanya, apa aku memesan barang, dan aku hanya mengedikkan bahu soal itu. Dari siapa pun, ibuku tak tahu. Paket itu tak bernama. Tak beralamat. Hanya tertuju untuk namaku, dengan gelar dokter yang seharusnya baru aku sandang dua tahun lagi.

Misterius.

“Seberapa besar paketnya? Sobotta?” tanyaku kala itu, menyebutkan buku kitab anatomi mahasiswa kedokteran.

“Nggak sebesar itu.” jawabnya.

“Guyton?” tanyaku lagi. Kali ini aku membandungkannya dengan buku Fisiologi Kedokteran, yang sudah sangat pantas menjadi bantal sehari-hari.

“Nggak setebel itu…” sergah ibuku lagi. Diam sejenak, lantas ibuku menjawab, “Mungkin semacam Katzung.” Beliau menuntaskan tanya jawab dengan buku paling menyebalkan sedunia. Buku Farmakologi yang nilaiku masih terdampar di huruf C+.

“Ya sudahlah. Disimpen aja. Kalo aku pulang baru aku buka,” pungkasku kemudian dan menutup telepon.

Di akhir minggu, sesampainya aku di rumah, aku menemukan paket aneh itu di atas meja dudukku di kamar. Ayah dan ibuku baru saja selesai makan siang bersama saat aku membukanya.

Paket misterius itu berisi Casual Vacancy.

Buku terbaru J.K. Rowling.

Ibuku terperanjat. Beliau tahu betapa aku merayunya untuk beli buku itu, mengingat ibuku juga seorang kutu buku, dan penggemar JK. Rowling. Serta harga seratus lima puluh ribu yang cukup menguras kantong, membuatku malas memasukkan ke dalam keranjang belanja.

Ayahku lebih bersyukur. Karena sebelumnya dia berpikir bila paket itu dikira bom dan berniat membuangnya. Insting seorang polisi sepertinya.

Ibuku, mulai menerka. Siapa pengirim paket itu. Mungkin penggemar rahasia, tebaknya. Katanya, paket itu datang tanpa keterangan. Bahkan tak ada tanda bukti dari agen pengiriman apapun. Beliau lantas menyimpulkan bila sang pengirimlah yang mengirimkan paket itu sendiri.

Aku hanya tersenyum.

Aku tahu siapa pengirimnya.

Aku tahu dia adalah orang yang sama dengan orang yang mengirimkan jepit rambut di hari ulang tahunku. Orang yang sama yang masih mencariku dari twitter, masih membacaku dari blog, masih menyemagatiku dari halaman pribadinya.

Ya, saya tahu. Kamu yang mengirimnya.

Sejujurnya, aku ingin mengembalikannya padamu, lantas kuurungkan. Untuk kali ini, aku akan menerimanya.

Namun bisakah kamu menghentikan hadiah-hadiahmu? Merta, bisakah kamu menutup segalanya dengan sempurna?

Kumohon, jangan membuat celah untukku maupun kamu, menjadi pendosa.

.

Catatan ini dibuat untuk mengabarkan bahwa buku itu bagus, sesuai harapanku, mungkin juga harapanmu. Pun untuk menyudahi omong kosong bernama harapan itu sendiri.
Terima kasih, Big.

Advertisements

22 thoughts on “Tentang Paket Misterius

  1. tapi, simple, tapi ttep diksinya itu loh, mskipun ga sberat biasanya, keren.
    tapi ini asli harga bukunya bneran sgitu ka? *menghela nafas

    ah! kaka mahasiswa kdokteran?

    • aduh. saya kan nggak pake diksi berbunga2. ini cuma tulisan biasa kok. 🙂
      iya, itu harganya segitu kalo di gramed. /ikutan menghela nafas/
      eungg… kebetulan… iya. hhe..

  2. Yang ini bagus kak..
    Gx kalah keren ama yang kemarin2 ..
    Yang ini jga bahasanya ringan yang berat2 kayak yng dlu2..
    Tapi aku suka semua smuanya..
    Pokoknya T.O.P B.G.T deh..
    Lanjut yg lain kak..*nagih*

    • err… hanya terinspirasi saja sih. 🙂
      wahh… senangnya kalo tulisan saya membawa inspirasi untuk kamu menulis. keep writing!
      gaya bahasanya memang ringan kok. thanks for reading ya…

  3. Dan 2tahun lagi insyaallah nama belakangku bertambah 4karakter lagi wkwkwkkk

    Baca tulisan ini jadi pengen pinjem tu buku 😛

  4. Hai kak~ ini kisah nyata ya?
    Ceritanya simple dan gak bikin aku kewalahan sama diksinya, biasanya aku kan suka bingung sendiri kalo baca tulisan kakak yang errr keren dan gak biasa(?) hehe
    Kakak mahasiswa kedokteran? :-O

.:: Leave a Note ::.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s