[Drabble Challenge A-E] Fluffy Him

fluffy-him-by-adiezrindra

Title         :   [Project Drabble Challenge A-E] Fluffy Him
Author    :  @adiezrindra
Length    :  Drabbles
Genre      :   Fluff, romance
Cast(s)    :   Daesung (Bigbang), Minzy (2NE1)

Disclaimer :
All publicy recognizable characters, settings, etc are property of their respective owners. The original characters and plot are the property of author of this story.

This story copyright © 2012 adiezrindra, all right reserved.

Author’s note:
Heumm… what’s first?
sebelumnya saya minta maaf, tidak bisa memenuhi target sendiri. well, blame me. mahasiswa tingkat akhir ini memilih mengerjakan skripsi dan KKN ketimbang menulis ini. So sorry guys. 🙂

Untuk selanjutnya saya masih berusaha untuk memenuhi target saya. Oke, walau jadwal saya ke depan semakin gila.

Oke, as usual, I’m still suck at fluffy-fluffy things like that. So, aku berusaha membuatnya se-fluffly mungkin. Walau gagal juga sih. –”

Happy reading. 🙂

.

A – Allegro

Kalian tahu, aku jatuh cinta padanya. Tidak, aku sangat sangat jatuh cinta. Dan aku tidak mengerti mengapa jatuh padanya sungguh terasa laiknya surga. Merta, hariku bersamanya selalu dipenuhi bermacam emosi beraduk, naik turun tidak terkendali bak roler coaster.

Siapa sangka, Minji selalu bersikap anak-anak kala denganku. Dan aku dengan sadar mencintai sisi dirinya yang satu ini.

Oppaaaa~!!!” Minji melompat-lompat di atas ranjangku. Suaranya melengking beberapa oktaf, kurang sedikit lagi ringkingannya sudah melebihi suara Dara noona.

Aku masih bergumul dengan kasurku. Meski terganggu, aku memilih untuk semakin mengerlungkan tubuhku. Dua kelopakku masih menutup, enggan untuk meninggalkan alam bawah sadar. “Euukh… Mingkkii…”

Oppaaa!!!” Mingkki melompat tinggi dan berakhir dengan duduk di ranjangku. Tepat di sampingku. Dia mengguncangkan tubuhku, mulai merajuk.

Aku menutup wajahku pada guling, memeluknya erat. Tak kuhiraukan kekasihku. Biar saja, siapa suruh dia menggangguku kala aku baru saja tertidur. “Waeee??” tanyaku malas, setengah sadar.

“Yaaa oppaaa!!”

Oke, ringkingannya sudah melampaui suara Chaerin. Aku menjauhkan wajahku dari gulingku, menatap Minji malas. “Wae waee?”

Dia memberungut. Ekspresinya sebal, namun menggemaskan. “Oppa jahat! Oppa pulang dari Jepang dan tidak mengabariku! Oppa jahat!!”

Ani, Mingkki…”

Bibirnya mengerucutnya mulai melengkung, ke bawah. Sudut matanya turut turun. Jika dia adalah Dougie, kupastikan telinganya pun akan sama dengan matanya. “Oppa tidak sayang padaku lagi ya?!”

“Min—“

“Huweee… oppa jahaaatt!!!”

Aigo aigo!! Minji mulai menangis, otokheee~~?!

Aku akhirnya beranjak duduk dan menatapnya lekat. Bibirku melengkung senyum yang dia suka. “Aigoo Mingkki…” ucapku kemudian. “Aku memang sengaja tidak memberitahumu. Aku ingin memberi kejutan padamu. Tapi aku capek, jadi aku tidur dulu. Dan kenapa kamu jadi tahu duluan sebelum aku menyiapkan kejutanku?”

Air matanya berhenti. Oke, mungkin sejak tadi air matanya tidak menderai membabi buta. Tapi tetap saja, sekarang sudah berhenti. Dia menatapku sangsi. “Jinja-yo oppa?”

Jinja, Mingkkii…” jawabku. Tanganku lantas mengusap riap rambutnya. “Aigoo… uri Mingkki… sebagai permintaan maaf, bagaimana jika kita makan es krim?”

Dia kontan tersenyum. Lebar sekali, dari telinga hingga telinga. “Nee!!!”

See~ tingkahnya seperti anak-anak. Bersamanya membuatku tak pernah bosan. Tempo hidupku selalu mencapa allegretto. Oh, atau allegro? Menghentak cepat dan menyenangkan.

Dudun dudun~!

 .

B – Blind

“Hey, kamu sudah dengar?” salah seorang di balik pintu memulai pembicaraan.

“Tentang apa?” suara yang lain balik bertanya, suara tenornya melengking.

Minji mendengarnya ssaat sebelum masuk ke dalam ruang latihan. Dia terdiam. Bibir wanita memang tidak pernah berhenti bergosip, pikirnya. Namun dia tetap berdiri, menunggu apa yang mereka bicarakan selanjutnya. Mungkin mengetahui keadaan sekitar tidak ada salahnya.

Atau mungkin benar-benar salah.

“Dae oppa dan Minji unnie resmi berkencan!”

“MWOOO???!!” seluruh ruangan menimpali tak prcaya. Meringking saling menyahut.

Minji tergelak kecil. Ternyata mereka bergosip dirinya.

“Mworago?! Yeoja sok imut itu?! jelek, gendut itu?!”

“Nee! Bagaimana bisa Dae oppa mau dengannya?! Hanya karena dia member 2NE1?!”

“Aku sudah jelas jauh lebih cantik!”

Minji terkelu. Kakinya terpaku pada lantai. Jemarinya masih menyentuh kenop pintu, tanpa bergerak seincipun. Sekujur tubuhnya menegang, pikirannya meruntuh. Seketika setetes jatuh dari ujung matanya, tak terkomando.

Ya. Dia buruk rupa. Tidak secantik Chaerin. Tidak selangsing artis-artis pada umumnya. Tidak— Tidak—

Tubuhnya bergetar. Semakin dia mendengar cicitan mereka yang menghujam dirinya, semakin jiwanya tercecer, terhempas.

“Mingkki?”

Minji berpaling.

Lelaki yang dibicarakan, dipuja-puja setinggi semesta oleh gadis-gadis di dalam sana, mendekat padanya. Matanya menatap khawatir. Dia berhenti di sampingnya, menyentuh pipi bulatnya. Menyeka air mata yang tak tahu diri. “Mingkki-ahh, wae?”

Minji membisu.

“Memang! Dae oppa sungguh butaaa!!!” ringkingan dari dalam terdengar sekali lagi.

Daesung menegang seketika, namanya disebut. Dia mendengar lebih jauh bibir-bibir tak yang saling mengumpat. Lantas tersenyum simpul. Mengetahui yang membuat gadisnya menangis. Dua lengannya merengkuh punggung Minji, merengkuhnya dalam. Isakannya tenggelam, tak lagi terdengar.

Tangan kanan Daesung mengusap riap rambut pendek Minji, tertawa kecil, “Eiguu… Minggki… Uri Mingkki…” Dia menyentuh dua pipi Minji, menatapnya lekat mata yang memerah itu. “Dengar, orang bilang cinta itu buta. Mereka salah. Cinta itu bisa melihat. Cinta yang bisa membuatku melihat apa yang tidak dilihat orang lain. Kamu cantik, ceria, kamu mempesona dengan caramu sendiri.”

“Tta… tapi… aku—” elak Minji terbata.

“Apa? Gendut? Jelek? Siapa bilang? Mana mungkin Ero-Mingkki bisa terlihat seduktif kalau tidak seksi dan cantik?”

Oppaaa~!!” cicit Minji.

Daesung mengecup ujung dahinya, “Kamu cantik dengan caramu sendiri, Mingkki. Dan aku mencintaimu. Ingat itu.”

  .

C – Crazy

Dua manusia duduk dalam hening. Sementara dua pasang mata terpaku pada layar televisi, jemari-jemari mereka saling bertaut. Menghangatkan. Sesekali gelak tawa memenuhi kala adegan di layar LCD berhasil menggelitik.

Sore itu hanya mereka yang tersisa di dorm, menonton drama BIG yang sudah selesai tayang. Yang lain sudah berkutat dengan hari mereka masing-masing.

“Sungguh kamu tidak tahu? Kamu ini anak muda jaman sekarang atau bukan? Sini aku ajari. Bbuing bbuing!!”  ucap seorang wanita di dalam film itu. Tangannya melambai persis dengan patung kucing Cina pendatang keberuntungan, sembari mengucapkan aegyo pada muridnya.

“Bbuahahahahaa!!!” Mereka terbahak kencang.

Oppa~” panggil Minji setelah tawa mereka mereda.

Daesung berpaling, menatap kekasihnya. “Wae, Mingkki?”

Alih-alih menjawab, Minji menekukkan kedua tangannya, menirukan adegan yang baru saja mereka saksikan. Jemarinya mengepal dan diayunkan, dengan mata membulat dan berucap, “Bbuing bbuing~~”

Dudun dudun~

Jantung Daesung merta meghentak. Ini kelemahannya. Aegyo Minji adalah salah satu hal yang dibencinya, sekaligus diam-diam dinikmatinya. “Aigooo… Mingkkii…”

Minji menatap bingung, dua mata sipitnya semakin membola. Dua alisnya beranjak naik, dan bibirnya mengerucut. “Oppa?”

Dudun dudun dudun~~

Degup demi degup rasanya bisa mengantarnya ke rumah sakit jiwa. Aihh… apa Minji tidak sadar jika Daesung tidak tahan dengan aegyo-nya yang selalu mengalir alami? Jika Daesung selalu nyaris gila menghadapinya? Bahkan ketika gadis itu kebingungan melihat kekasihnya.

Aigooo

Dua lengan Daesung kemudian menarik tubuh Minji mendekat. Tanpa jeda. Daesung memeluknya gemas, mengayun-ayunkan Minji dalam rengkuhannya. “Aigooo… Mingkki~~ aku bisa gila kalau kamu terlalu manis seperti ini!!”

 .

D – Dance

“Minji-aaahh!” seru Seungri, menyapa maknae 2NE1 yang baru saja masuk studio lamat-lamat. Lengkung bibirnya melebar.

Minji tersenyum tipis, sembari mengambil duduk di samping Daesung. Matanya menatap Seungri heran, “Waeyo, oppa?”

“Aniyo. Sebentar lagi kamu sudah 20 tahun kan Mingkki?”

Senyum Minji merekah. Pipinya merona, tak tersembunyikan. “Ah, nee.”

“Artinya setelah ini aku bisa melihat Ero-Minji?” tanya Seungri kemudian, menyeringai nakal.

“Seungri!”

Oppa-yah…”

Daesung dan Minji bersamaan menyahut. Sang pria meenyentak, sedang pasangannya mencicit malu. Ronanya semakin merah. Daesung menyisipkan lengannya di pinggang Minji, mencoba menenangkan.

“Wae, Hyung?” tanya Seungri dengan ekspresi sepolos mungkin. Kelewat polos sepertinya, hingga rasanya Daesung ingin menenggelamkan wajah maknae ke bak mandi. Seungri kembali menatap Minji dan tergelak kecil, “Bagaimana kalau kamu menari di ulang tahun kamu nanti? You know, Ero-mingkkiii~~~”

“Yaa! Seungri!” sergah Daesung sekali lagi. Kali ini lebih menggelegar, terlebih dengan ruang studio yang kedap. Dasar bibir tak bertulang! Mungkin kali lain dia perlu membawa jepit jemuran untuk membungkam mulut Seungri. Perlu dipikirkan sepertinya.

Wae, hyung? Maknae sekarang sudah bukan baby lagi. Aku ingin melihat Ero-mingkkii…” balas Seungri, setengah merajuk. Kali ini dia berdiri meliukkan badannya seduktif. Mencoba menduplikat gaya sang Ero-mingkki.

Oppa…~” cicit Minji, kian melengking. “Aku tidak seperti itu…”

“Yaaa!!!”

Seungri berhenti, berkacak pinggang. Matanya balik menatap sebal. “Hyung~! Wae wae? Hyung sih enak, sudah melihatnya berkali-kali tiap kalian hanya berdua.”

Kali ini tidak ada dari keduanya yang menjawab. Sibuk dengan debaran yang menhentak, tentu saja dengan wajah yang semerah kepiting rebus.

 .

E – Eagle

Hujan. Petichor. Dae oppa. Dua hal yang saling singkron membuat sore ini sempurna. Lelaki itu duduk di sofa, sementara aku berbaring di pahanya. Jemarinya memainkan helaian rambut pendekku. Ah, saat seperti ini yang membuatku ingin memanjangkan rambut. Maksudku, biar buku jarinya meliuk hingga ujung rambut terpanjangku.

Oppa…” panggilku.

Dia tersenyum. Senyum sejuta watt yang dikagumi VIP seluruh dunia, kini hanya berjarak lima puluh senti dengan wajahku. Omo omoo~~

“Hmm?”

“Kenapa kamu mencintaiku?”

“Ah, lagi-lagi kamu menanyakan itu,” kilahnya.

“Biar saja. Aku suka dengan jawabanmu, oppa,” balasku. Aku memang berulang kali menanyakannya, hanya untuk mendengar jawaban yang sama. “Jadi, kenapa kamu mencintaiku, oppa?”

Dia tergelak kecil. Tangannya masih menyusuri rambutku. “Karena kamu bersinar di mataku,” jawabnya. Itu masih pembuka. Karena kemudian dia menggabungkan dua ibu jarinya dan membentangkan jemarinya yang lain. Mengepakkannya seperti burung. “Kamu tahu, kamu itu kuat,  dengan sayap yang kokoh, seperti elang. Kamu berdiri sendiri di usia yang muda, melenggang percaya diri menghadapi hari. Kamu terbang kian tinggi meraih mimpi. Tak terengkuh.

“Lalu, tanpa kamu sadari, ketika kakimu mencapai tanah, sayapmu sudah kau tekuk mendekati tubuhmu, aku sudah bertekuk lutut padamu,” jawabnya, kembali menyisir rambutku.

Aku tersenyum, senang.

Sepertinya aku harus menambahkan daftar kebahagiaanku hari ini. Dae oppa. petichor. Hujan. Dan Elang.

Dan Dae oppa. ♥

Dan Dae oppa. ♥♥

Dan Dae oppa!! ♥♥♥

.

PS : untuk Seungri, saya masih mempertimbangkan ceweknya? other choices guys? Plus, huruf F-J belum lengkap. Cek disini ya. 🙂

PSS : comment please? I know I’m comment whore. and comment sucker. Ouch! I’m so shameless. ><

PSSS : COMMENT!! woo hoo!

Advertisements

43 thoughts on “[Drabble Challenge A-E] Fluffy Him

  1. Kekeke. . . Yg E alias Eagle kok agak canggung yah menurutku diez. .
    But it is sweet, pagi2 gni bc drabble bgni mah bkin melting2 sendiri. . LoL

  2. Banyak kata2 baru yang aku temui disini.. salah satunya ‘meringking’.. aku bener2 bru tau ada kata itu.. hehe.. hmmm, apa itu sama artinya dgn ‘melengking’? 🙂

  3. KYAH~! Unn, mari hitung, sudah berapa kali saia memuji unnie? 😀 Ini kereeeeeeeeeen~
    Unn, yang Crazy beneran bikin saya ngakak. Bayangin Minzy bbuing bbuing bikin wingko lepas dari mulut… XD
    Lanjutkan, unn, lanjutkan! 😀

  4. suak,..suka,..
    q suka yg crazy,..
    cute, minzy bbuing2 gitu,..
    n’ dae sweet bnget,..
    ckckck,..
    am yg blind,..
    quota suka : Cinta yang bisa membuatku melihat apa yang tidak dilihat orang lain,..
    hihi, hero bgt dae d’sini,..
    i2 si panda narsis muncul aj tiba2,..
    seungri blm ad pair yau dh am panda betina,.. ‘gubrak’
    d’tgg yg F-Jny,..
    fighting,.. 🙂

    • thankies unnyiii~~
      iya, mingkki bbuing2 itu lucunya kebangetan… ><
      dan dae memang saya selalu mengnggap dia sweet~~
      itu memangs~ panda minta dibekep mulutnya. hha…

      muucih unyii…

  5. annyeonghaseyo, agashi
    I just wanna tell that I’m kinda enjoyed your excellent works here
    but I think you missed one most important thing agashi,
    as I read on wikipedia page, http://en.wikipedia.org/wiki/Drabble
    drabble only consists of exactly 100 words, no more
    (A drabble is an extremely short work of fiction of exactly one hundred words in length, not necessarily including the title. The purpose of the drabble is brevity, testing the author’s ability to express interesting and meaningful ideas in an extremely confined space.)
    and if I didn’t miscalculate it, your A drabble (and also the following B until E as well) has to many words amount? 340 words?
    what’s the drabble, then?
    I think you have to cut your next drabble
    I’m sorry if I blunt too much here, and btw I found this article from your twitter, thanks for welcoming me

    • annyeong agashi. 🙂
      thanks for enjoying and remind me.

      maybe we have another point of view and sources about this. I seaeched about this term so long ago. And I found some sources that give another point of view.
      maybe you can check: http://fangedfour.com/deadboy/fanficterms.htm
      this resource said ‘Drabble – This is something between
      100-500 words, usually a drabble that got out of hand or a short character piece that never became a full fledged fic.”

      I won’t say I or you are wrong because we have diff sources 🙂

      eungg… I forgot already links that I read about this term actually. but maybe I will enlighten different POV. we called it drabble when the length is 100 words, and double drabble when the length is 200 words, and will be same with tripple drabble and quarta-drabble.

      If we choose this deffiniton, I will give information abt the double, tripple and quarta for this and next. 🙂

      so, for the next I will try to make it shorter but I’m not sure it will be 100 words. maybe I’ll put the information abt the double etc.

      Don’t worry. 🙂
      I really really thankful about your information, and thank you so much for remind me 🙂

      have a nice day.~~^^

  6. WHAT THE/.\) duh duh malu aku baru komentar sekarang eon, padahal eon udah ngetag aku kapan tahun/ngesot/ But this is not you eonni~, Kenapa tulisannya jadi bukan eonni banget dan lebih dibuat ringan kayak gini.____. Tapi tak apalah, toh sama enak dibacanya. Nyahahaha/disambit/ tapi ya itu eon/tapilagimaunyaapesih/ rada canggung gitu.

    AKU SUKA YANG CRAZYYYYYYY!! Minjie pasti unyuu banget apalagi liat si Daesung, yang mungkin matanya udah ilang XD huahaha. Semuanya bagus kok, tapi Crazy bikin aku senyum-senyum sendiri woahahaha.

    Duh aku gak bisa komen panjang-panjang eon, rada kaku nih. Mungkin lain waktu aku bakal ngurusuh~. Bay bay adis eon tersayang :*

    Regards,

    Orizuruzen.

    • hhe… nggak papa. aku emang pengn nyoba buat yg ringan sih. 🙂
      gagal tapih kayaknya. iya, rada canggung. mungkin krna belom terbiasa.
      aaakk~ Crazy emangs lutjuukk~~ ><
      err… ini bukan komen panjang ya? hha..
      thanks ya zen udah baca.

  7. Halo, Kak. Maaf ya bacanya lama, tadi kepotong bentar sama pergi keluar. Er, saia ngerti nih maksud fluff yang pengen kakak tonjolkan di ffnya, er… menurut saia sih, ya gak terlalu beda kok dengan kak Adiez yang biasa. Cuma mungkin di ff ini bahasanya agak kurang sinkron dng percakapannya. Biasakan kakak menulis sebuah ff dng pesan-pesan tersirat, tapi yang mencoba tersurat, dng diksi di narasi yang tinggi. jadi akibatnya terasa berbeda deh.
    Walau begitu, tetap menghibur kok 😀
    walau

  8. Cerita ini masih ada hubungannya ma sad harmony kak?ma victoirenya donk kak lanjutin..hehe..btw mahasiswi kedokteran d mana kak?hehe

  9. haloo umma.. maaf baru sempet baca hehe.. ehm.. bagus semuaaa tp aku kurng sma eagle.. duh aku bingung mana yg palibng d sukai hehe romantis smuaa aahhh andaikan aku d posisi minji aku mauuu..

  10. Sorry baru sempat comment ;AAAA;
    Ini fluffnya sukses bikin aku senyam-senyum #gila
    Ohya buat couplenya seungri, jujur aku lebih dapet feel kalo seungri sama OC. Tapi kalo buat yg lebih enaknya, ak pen CL *dijitak GD*

  11. KAK ADISSSS! Maaf baru sempat baca dan comment sekarang, I’m such a bad reader. mohon maaf sebesar-besarnya…

    umm, aku pernah baca yang Love Game (kak adis pasti inget aku! /maunya) dan bahasanya seringan ini, kok? emang sih setelah aku baca yang cerita alkisah Ji sama Chae di kasur itu bahasanya lebih berat, tapi mau yang mana pun, aku enjoy bacanya! aku ngerti kak adis mau nonjolin fluffy dan bahasa ringan menurut aku lebih cocok untuk fic manis, juga dengan kondisi kak adis yang lagi fokus dengan skripsi (dan skripsi ini pastinya penting banget!) mungkin sulit buat nyusun kata-kata berat kaya biasanya (fik, kak adis bukan kamu fik…) eh tapi mau diksi berat ataupun cerita yang lovey-dovey ringan, aku tetep sukak! dan semua itu buatan tangan kak adis sendiri, dua-duanya bagian dari tulisan kak adis, jadi gaada salahnya. mencoba hal positif itu baik kok~
    duh malah mulai berkoarnya. okedeh, I’m such a bad reviewer too…

    karakterisasi keseluruhan hampir sama, dan into character ya, Mingkki yang aslinya imut dan manis, terus Dae yang bisa sweet-talk tapi endingnya dia harus malu juga. My favorite: ngga tau! semuanya!

    Allegro:
    Ini manis, ada Minji yang manja di sisi Dae tapi Dae sama sekali ngga merasa terganggu, malah senang sama kehadiran Minji yang selalu buat tempo kehidupannya ngga monoton macam Allegro. makna tersirat di sini? kupikir, cinta yang tulus ada sama Dae, yang gimana pun gamau Minji sedih dan tanpa sadar tau gimana caranya buat si maknae ini kembali seneng
    Blind:
    Awal yang bagus! kukira mereka bakal ngegosipin macam apa, ternyata ngomongin hal buruk tentang Minji. aku ada di situ udah kuapain duluan gadis-gadis yang padahal kemampuan dancenya aja dibawah Minji! #emosidikit #okesip dan dari Blind, ada sisi manis di mana Dae mencintai Minji dengan apa adanya. kesannya kaya dia akan selalu menjaga Mingkki~
    Crazy:
    Nah, kisah yang satu ini tentang Dae yang menggilai Minji! memberi kesan kalo dia gabisa lepasin Minzy dan hatinya udah tertambat sama uri maknae aja. so cute~
    Dance:
    SEUNGRI AHAHAHAHA aku suka kemunculannya yang rusuh ini! Seungs yang suka ganggu kaya biasa, dan yang tersirat dari drabble ini adalah, rahasia yang hanya diketahui pasangan aja. tapi seungs punya indera keenam jadi dia tau… /sotil
    Eagle:
    Aku suka ini! Kalo yang ini, tentang Dae yang melihat Minji sebagai sosok yang menginspirasi banyak orang dan Minji yang tanpa sadar suka denger kalo Dae kagum sama dia(?) aku suka gimana dae mendeskripsikan apa yang dia lihat dari Mingkki. simpel tapi berkesan. aku ngerti kenapa Mingkki so-addicted buat denger pendapat Dae itu, hihi

    Oh aku nemu beberapa typo kak, contoh di “Minji mendengarnya ssaat sebelum” “menimpali tak prcaya” “Sang pria meenyentak” “yang menhentak, tentu”

    Semuanya manis, dan aku ga bisa komen apa-apa tentang gaya penulisan kak adis karena belum baca banyak. Tapi intinya aku selalu menikmati karya kak adis kok! emang karya yang dibuat sepenuh hati setidaknya berhasil bikin kesan lain, yang penting maksudnya tersampaikan 😀

    semangat kak adiiis! berjuang buat skripsi dan tahapan akhirnya yaaaa

    • gppa.. 🙂
      iya, ini memang saat2 rasa malasku bereaksi sangat hebat. –”
      aduh, kamu ini berkoar macem apa sih fik? bingung aku. hha..
      untuk karakter, iya. I try to make it same as her and him. 🙂
      ah iya, typo nya. hha..
      maapp maapp.
      gpapa~~ kamu udah baca aja udah seneng. hha…
      makasih ya fikha… :*
      maaf nggak bisa bales panjang. TT

  12. annyeong,eummm,unnie? Boleh aku panggil begitu? Unnie udah kuliah,sementara aku baru SMA. Salam kenal ya unnie, choneun Vivi imnida. Hehehe.
    aku sebenernya udah baca dan comment beberapa ff unnie,cuma baru memperkenalkan diri sekarang aja. Hehehe.
    Kyaaaaaaaa!! Aku suka banget drabble-drabble ini! Apalagi yang eagle,waw,kata-kata unnie asli sweet bgt<3

    Apalagi ya? Maaf ya unnie,readers baru ini udah so kenal gabisa ngasih comment bermakna pula.

    Un,aku tunggu drabble yg bagian skydragon! I really love them<3
    dan aku mengharapkan ff yang menghasilkan feel kaya ff unnie yang "love game". Aku suka bgt ngerasain perasaan cemburu GD,sementara dia gamau ngakuin itu,aaah pokoknya itu deh! ditunggu ya un,hehe

    • humm… mybe just call me kak? prefer this lhoo.. 🙂
      halo vivi. ^^

      hhii.. makasih yaa, udah suka. padahal eagle itu paling susah bikinnya. ><
      aigoo… kamu mah, komen aja udah cukup. ngapain pula mikir bermakna apa nggak. bhihik!

      ditunggu aja yaa.. 😀

  13. Wow, kesan pertama yang aku dapet di sini, manis. Ada banyak cara yang ngebuat kedua pasangan itu jadi makin cute, mungkin lebih ke ngegemesin! Engga tau kenapa, aku baca ini malah jadi senyam-senyum sendiri. Habis selama ini aku gak terlalu tau tentang Dae, kalo Minji mah tau banget! (kebalikan) 😀 tapi di sini aku malah jadi suka couple ini; pas aku search di google foto Dae *ini serius gak tau wajahnya T^T* dan ngegabungin sama foto Minzy… bussh! Kok mereka cocok, sih? :3 hihi.

    Mungkin, ini tulisan kakak yang paling ringan, ya? Soalnya aku enjoy banget *ketahuan suka fluff ringan*. Karena udah baca Irregular Love sama fic Kak Diz yang di ffindo itu (masih lupa judulnya, maaf kakk), yang bahasanya menurutku berat, jadi baca ini serasa keluar dari zona Kak Diz, meski gak menutup beberapa kata di sini yang Kak Diz banget! (versi aku) contohnya yang aku belum tau artinya, hehe.

    Keseluruhan aku suka fic ini! Ada beberapa typo yang aku temui, cuma gak masalah.. tapi aku nemu kata singkron, setahu aku sinkron kak (bener gak ya?) hehehe tapi intinya fic ini bagus kok! Drabble challenge-nya ada versi skydragon gak kak?^^

    Semangat terus ya Kak! 🙂

  14. tes tes, satu dua…
    okay.

    horeeee! daemin! daebak! yang pertama perasaan panjang bener? bukannya drabble itu 100 kata aja?

    tapi ini fluff bener, sayang yang c gak pake cotton candy.

    beneran deh saya gak bisa berhenti nyengir kuda nengok ff ini.

    oh, btw saya pengunjung baru! kay imnida! bangapta!

.:: Leave a Note ::.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s