Kersang

10453289-dry-land_副本

Hanya tanah kerontang terkelu. Terinjak semena oleh tapak-tapak tak tahu malu. Parasannya retak, merengat hingga dasar.  Akar dalam salutnya sekarat, meratap.  Tak kekal nafas yang berhembus, nyaris lenyap.

Sang tanah berdiam. Tak mengindahkan gejolak meriak dalam lapisan. Sembari menekankan tanpa jeda, dia tak menginginkan hujan. Tidak membutuhkan. Tidak sejentikpun. Tawarkan saja dia pada kematian, ketimbang melayangkan tetesan hujan.

Ironis.

Dwisisi yang saling menantang. Dia menolaknya. Pun dia menginginkannya.

Kejap demi kejap dalam interval selaras, ada desis yang mengendap. Membebaskan hujan memulas parasannya, meresap melalui rumpangnya. Memuaskan akar hingga bugar. Percik yang bersua meramu, mencipta aroma antik yang menguar.

Lantas mega menguncup, hujan tak lagi mencumbu. Tinggallah tanah yang segar sejenak. Sibuk menendang si aroma yang terlanjur merebak. Sesudah itu kersang.

Jika sudah begini, tunjukkan jalan menuju akhir dari hayatnya.

Advertisements

10 thoughts on “Kersang

  1. Okay, Dis. Ini beneran, gue mending mendadak buta aksara aja deh! Kirin bingitsssssssssssssssss 😀
    Tapi, maksud dari flasfic ini apa ya? Bisa jelasin gak? Maklum, agak dodol gitu ini readernya ~~~~~~
    Ng, butala apa sih Dis? apa itu butala?

    Gatau deh, bawannya greget aja gitu baca tulisan yang bertebaran kosakata asing 🙂 Jadi pengen belajar juga, plus nambah ilmu buat saya yang masih minim pengetahuannya! Keep writing, dis. And you owe an explanation!!!! HAHAHAHA

    • *colok mata nisa biar buta*
      apa banget deh nis.. X))) elu abis nilang ini keren terus bilang maksudnya apa. err!!
      butala itu tanah. tapi udah aku ganti sih. biar gak ribet bacanya.

      euu… gimana ya. tanah itu kan udah kerontang, yang intinya butuh hujan biar nggak mati. tapi dia bersikeras nggak mau ujan, mending dia mati aja. karena hujan cuma datang sekilas dan hilang.
      intinya sih bagaimana kita harus bisa berdiri sendiri, meski dalam keadaan apapun. karena nggak selamanya bantuan itu datang. begitulah. 🙂

      terus geregetan, tapi nggak ngerti. ya berarti gue failed dongs nis. 😐
      makasih yaa.. 🙂 I’ve writen the explanation. :p

      • Ya keren aja gitu, soalnya pan gue gabisa bikin beginian. dimata saya, apa pun yang orang lain bisa tapi saya gak, saya anggap itu keren 😀

        O, butala itu tanah toh? Okeee, bisa nih saya sisipkan kalo bikin fiksi, mayaan hehehehe

        Wuih! Artinya juga dalem pisan, Dis 😐 sifat egois si butala di sini menarik, alasan dibalik keegoisannya patut diacungi jempol dan saya setuju bingits daaaaah 😀
        Thanks penjelasannya! Huehehe

        Ya bukan kamunya, tapi akunya yang failed! Gimana sih?! *wes santayyyyyyy -___-*

        Sama-sama 😀 keep awesome, ya!

  2. Tsah.. pujian selalu buatmu, kak.. Btw, ini rima-nya bikin ‘aura’ tersendiri (?)
    Tapi aku agak kurang ‘sreg’ sama kalimat terakhir, apa ya, huruf ‘a’ di kata ‘hayatnya’ terkesan kurang pas.. Bingung jelasinya XD

    Udah itu aja deh kak, anyway, aku iri banget sama majasmu.. belum bisa bikin kiasan yang kaya gitu u,u

.:: Leave a Note ::.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s