Berhenti Menulis?

Apa yang akan kamu lakukan jika seseorang menyuruhmu berhenti menulis? Seseorang menyuruh saya berhenti. Tidak sepenuhnya berhenti, namun berhenti menyiratkan ‘sesuatu’ dalam tulisan saya.

Saya hanya terdiam, kaget.

Bagaimana tidak, hidup saya adalah menulis, dan menulis adalah bagian dari jiwa saya. Saya menghabiskan lebih dari separuh usia saya. Saya memulai segalanya semenjak saya belum mengenal internet hingga saat ini internet adalah salah satu cara untuk survive di dunia. Tanpa saya sadari, menulis adalah cara saya mengkomunikasikan apa yang saya pikirkan, kesedihan, kemarahan, kebahagiaan.

Tidak saya pungkiri, beberapa tulisan saya adalah nyata. Berasal dari apa yang saya alami. Saya sebagai pelaku utama, maupun sebagai pengkisah. Beberapa di antaranya saya mengubah jalan ceritanya, berilusi menjadi apa yang saya inginkan. Beberapa di antaranya, saya biarkan saja begitu adanya. Yang mana saja? Berimajinasilah sendiri.

Raditya Dika, salah seorang penulis yang namanya sudah melanglang buana, tidak segan untuk menceritakan kisahnya. Saya pikir, karena memang itulah yang dia miliki. Karena bagi seorang penulis, pengalaman adalah inspirasi.

Bagi saya sendiri, pengalaman ini adalah cara saya untuk melegakan hati, bagaimana saya untuk melepaskan sakit hati, dan merelakan sesuatu untuk terjadi. Untuk kemudian, melangkah pergi. Karena saya bukan masochist, yang suka memendam sesuatu hanya untuk menyakiti diri sendiri, bukankah cara ini lebih menenangkan?

Saya menciptakan satu rumah, dimana di sinilah saya menempatkan segala pemikiran saya. Disinilah saya menyiratkan tawa saya, maupun air mata saya. Disinilah saya menuangkan sakit saya, maupun emosi saya.

Disinilah saya, melepaskan segalanya dengan cara yang lebih berkelas, dan menginspirasi orang lain.

Bagaimana mungkin saya harus berhenti bercerita? Bagaimana mungkin saya harus berhenti mengetik kisah? Ini sama halnya bagi seorang IT tanpa komputernya, maupun dokter tanpa stetoskopnya. Kehilangan senjata, tersesat entah ke mana.

Mustahil.

Well, saya hanya ingin menjelaskan, saya tidak akan berhenti menulis. Saya tidak akan berhenti berkisah. Ajak saja saya menuju kiamat sekarang juga, hancurkan saja seluruh nadi, jika memang saya harus berhenti menulis.

Saya mohon maaf jika ada yang tersinggung dengan buah pikiran bodoh saya. Semuanya terjadi dengan tidak sengaja.

Ini rumah kecil saya, jika memang tidak enjoy di sini, please unsubscribe. Kenapa? Saya ingin nyaman di rumah saya. Feel free to do this, guys. Di dunia kecil saya, saya hanya ingin menyamankan semuanya. Namun jika anda tidak nyaman, mengapa harus memaksakan untuk menyamakan langkah?

Terima kasih untuk semua yang masih bersama saya hingga saat ini.
(_)(_ _)(_)

Regard,
Adiez-chan

PS:
Maaf untuk yang bahkan tersinggung dengan postingan ini. 🙂

Advertisements

.:: Leave a Note ::.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s